ANGAN-ANGAN JADI IMPIAN & INVESTASI MENJADI AMBISI

MAIL adalah seorang mahasiswa yang sedang menempuh S1 disuatu perguruan tinggi swasta mail juga kebetulan memilih fakultas Ekonomi dan Bisnis, awalnya mail hanya mempunyai angan-angan untuk bisa membeli sebidang tanah yang ingin dibuat usaha lalu mail menyisihkan uang sakunya untuk bisa ditabung dibank, tetapi angan-angan itu tak beratahan lama karena uang saku yang ditabung di bank semakin hari semakin menyusut karena kebutuhannya yang terlalu over. Tetapi mail tidak patah semangat mail terus mencoba untuk menabung di bank dan beranggapan uang itu akan aman jika ditabung di bank, setelah bulan semester berganti dari semester 2 berganti ke semester 3 tibalah libur dimana libur tersebut lumayan cukup lama berkisar kurang lebih 3 bulan.

Dari situ mail mulai berfikir bagaimana jika mail mencari kesibukan yang menghasilkan uang karena emang dasarnya mail orangya tidak suka berdiam diri dan tidak ingin terlalu lama membebani orang tuanya, mail berusaha dari bawah mencoba mencari pekerjaan untuk mengisi waktu libur kuliah yang cukup lama dan beranggapan mencari pengalaman kerja sampai akhirnya mail mempunyai idea untuk membuka usaha sendiri dengan cara reseller dan dropshiper. Lama kelamaan usahanya mulai berkembang dan mail mempunyai tabungan dari penghasilan berjualan dan bekerja tadi tetapi mail bingung akan diapakan lagi uang itu agar bisa tetap terjaga di bank? Ternyata mail belum terlalu memahami jurusan yang di pilih saat menempuh perguruan tinggi S1 suatu ketika ada teman mail yang menyarankan untuk mail lebih mendalami jurusan yang diniai bisa membantu pertanyaan dari mail tadi.

Mail yang suka mengelola keuangan meski masih belum terarah tetapi sedikit demi sedikit mail menemukan pencerahan untuk pertanyaan yang kapan hari pernah melintas di fikirannya, mail mulai memahami yang namanya pasar uang dan pasar modal. Mail memilih pasar uang karena disitu mail ingin mengumpulkan sisa uang saku yang belum banyak mulai dari Rp. 10.000,- sampai Rp. 100.000,- dan di pasar uang mail memilih manajemen investasi yang tidak asal yang sekiranya dalam jangka waktu yang pendek uangnya bisa bertambah meski tidak banyak. Mail mulai membandingkan antara nabung di bank dengan di pasar uang jika mail nabung di bank saat membutuhkan uang dihari iti maka uang bisa langsung cair atau bisa diambil langsung dan apabila mail investasi ke pasar uang mail tidak bisa mencairkan uang itu untuk hari itu juga jadi membutuhkan waktu beberapa hari untuk mencairkannya. Uang dari hasil bekerja dan berjualan tadi mail masukan ke pasar modal juga karena disitu dinilai investasi yang cukup cocok untuk mencapai angan-angannya dari awal, investasi ini cocok untuk jangka panjang minimal 2 tahun dan harus memilih perusahaan yang benar-benar cocok untuk jangka panjang. Nah apakah kawan-kawan mail ini tau apa perbedaan pasar uang dan pasar modal? Kita bahas dulu ya perbedaan

1. Dari sisi produk yang diperjual belikan Produk yang diperjualbelikan berbeda antara dua pasar ini. Kalau pasar modal umumnya memperjualbelikan saham, obligasi, hingga reksadana. Sementara itu untuk pasar uang memperjualbelikan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito, Promissory Notes, hingga Treasury Bills.

2. Jangka Waktu Jangka waktu pasar uang biasanya pendek dan kurang dari setahun. Beberapa ada yang beberapa bulan saja. Karena pasar ini banyak digunakan untuk pemberian dana untuk usaha, pengembalian juga berjalan cepat sesuai kesepakatan. Pasar modal memiliki jangka panjang meski pada periode tertentu banyak pelakunya yang harus memutar dana untuk menjual atau membeli saham. Hal ini dilakukan untuk terus mendapatkan untung.

3. Otoritas Otoritas tertinggi dari pasar uang adalah Bank Indonesia. Sementara itu untuk pasar modal kalau di Indonesia ada Bursa Efek Indonesia. Pelaku perdagangan harus mematuhi regulasi yang ditetapkan.

4. Risiko Secara umum risiko untuk dua pasar ini sama-sama besar. Hanya saja untuk pasar uang lebih baik karena bisa berjalan dengan modal yang kecil. Sementara itu untuk pasar saham, harganya bisa naik turun setiap hari sehingga risiko yang didapatkan bisa besar.

Nah kawan-kawan mail apakah sudah ada sedikit gambaran untuk kawan-kawan mail kedepanya mau memilih investasi yang seperti apa? Dari pengalaman mail diatas jadi kawan-kawan mail harus bisa mengelola keuangan lalu memilahnya berpa persen yang akan dimasukan ke pasar uang, pasar modal dan dana cadangan yang nantinya dimasukan ke bank jadi tidak semua uang mail dimasukkan ke investasi semua ya kawan-kawan karena mail juga seorang anak rantau yang mempunyai kebutuhan hidup. Investasi tidak hanya ke pasar uang dan pasar modal saja ya kawan-kawan tetapi masih banyak juga yang tentunya aman, nah bagaimana sih mail bisa mencari produk dan manajer investasi yang aman dan baik coba kalian coba lihat daftar OJK mana saja perusahaan yang sudah terdaftar secara resmi di sana karena jika sewaktu-waktu perusahaan mengalami Collapse atau bangkrut maka ada perusahaan yang menjamin dana mail dan kawa-kawan untuk tetap bisa kembali dengan selamat.

Pasti setiap orang memiliki angan-angan dan cita-cita yang banyak untuk kedepannya untuk bisa sukses maka mulailah dari sekarang dan mulai nabung dari yang terkecil karena jika dimulai dari sekarang pasti kedepannya tidak akan berat untuk melanjutkannya, sekian dulu cerita mengenai investasi dari angan-angan jadi impan dan investasi menjadi ambisi jika ada kurang lebihnya kata-kata penulis mohon maaf dan nantikan cerita dari mail dan si penelis episode selanjutnya..

penulis : 1021710020 (EGI)

Komentar